Sebelumnya alhamdulillah kemarin 13 Juni 2013, ibu saya menikah lagi, semoga pernikahan beliau diberkahi dunia dan akhirat, aamiin. Jika dibandingkan dengan ayah kandung, ayah saya yang baru lebih berusia, jadi insyaAllah lebih bijak dan lebih tenang saat saya jauh dari rumah.

Berita kedua, tidak jauh dari hari pernikahan ibu, minggu 16 juni saya meluncur kembali ke jakarta. Namun kali ini beda. Selain menjenguk istri senior di perusahaan lama (satu kampuang juga hehe), kali ini adalah jadwal dimana saya dipertemukan dengan seseorang.

Okay, sebelum cerita kesana, saat usia saya memasuki 25 tahun (sebetulnya hampir 26 jika dihitung dengan penanggalan hijriyah), saya merasa semakin cemas karena sejak dulu saya menuliskan mimpi, berniat ingin menikah di usia 25 tahun atau di tahun 2013. Temen-temen yang kenal saya udah bilang aja, “ini udah tengah tahun lho rin...”. Intinya saya tidak ingin menunda-nunda menikah.

Meskipun secara persiapan finansial belum cukup siap, insyaAllah jika tekadnya untuk beribadah akan Allah mudahkan. Dan juga, seperti orang-orang bilang bahwa pasangan adalah cerminan diri, jika ingin mendapat pasangan yang baik, maka perbaiki diri. InsyaAllah, saat kita ingin mencari pasangan hidup, maka sibukkanlah dengan memperbaiki diri, bukan sibuk mencari apalagi menjajaki (maksudnya pacaran hehe). The past is the past, i’ve been through that dirty track and i don’t wanna go back. For sure.

Berbekal kedua alasan itu, bahwa menikah adalah ibadah (serta saya sudah siap secara mental) dan jatuh cinta haruslah dibangun dalam ikatan pernikahan, alhamdulillah niat saya semakin bulat untuk menikah. Beberapa senior dan teman saya hubungi, meminta kira-kira siapa perempuan yang akan menjadi pasangan hidup, tapi dari beberapa calon, tidak ada kecenderungan satu pun, hingga akhirnya...

Saat sampai di jakarta, agak deg-degan juga akan bertemu dengan siapa sebetulnya. Waktu itu saya sampe rumah sakit jam setengah 10-an dan baru mendekati dzuhur, akhirnya tamu yang ditunggu pun datang hehe. Alhamdulillah saat sekilas pertama ketemu, saya udah klepek-klepek (haha aslinya, meskipun diluar menampakkan tegar). Dan alhamdulillah juga, rasa kecenderungan, tertarik pun muncul setelahnya.

Yang membuat saya klepek-klepek adalah cara dia berpakaian. Seperti diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan para lelaki yang hendak menikah, bahwa perempuan dinikahi karena 4 hal: kecantikan, keturunan, harta dan agama. Dan beliau mewasiatkan untuk memilih agama jika ingin beruntung di dunia dan akhirat. Dan sudah sangat jelas bahwa salah satu cara melihat agama seorang perempuan adalah dengan melihat cara dia berpakaian. Jika dia bisa menjaga auratnya berarti dia telah paham bahwa kehidupan di dunia hanyalah jalan sementara untuk kehidupan kekal di akhirat kelak. To be sad or to be happy in the eternity.

Lanjut lagi, alhamdulillah setelah bertemu beberapa saat, hati ini sudah mantap. She is the one. Esok hari kemudian setelah mendapatkan kabar baik bahwa dia pun mantap dengan saya, akhirnya kita tukeran cv untuk mengetahui informasi umum. Sehari kemudian, Selasa 18 juni, kami saling menerima cv dan alhamdulillah semakin mantap. Selanjutnya langsung mengatur jadwal untuk memperkenalkan diri. Alhamdulillah Sabtu 22 Juni saya memperkenalkan diri dan langsung keluar perkiraan jadwal untuk lamaran serta akad dan walimah.

Pulang dari rumah orang tua calon,  saya bertemu dengan seorang teman dekat yang kerja di kota tempat calon saya tinggal. Saya pun cerita panjang lebar (ya ampun, saya aslinya cerewet kalo udah cerita-cerita, apalagi cerita yang bikin seneng hehe). Namanya Satori, beberapa kali sudah saya tulis tentangnya di blog ini hehe.

Saya bilang ke dia, kalo saya serasa mimpi. Aslinya deh, cepet banget alhamdulillah... setelah cerita ini itu, saya kembali ke habitat asal dimana saya bekerja. Alhamdulillah sepanjang jalan s3, senyam senyum sendiri. Alhamdulillah orang tua di rumah pun senang mendengar kabar ini. Mohon do’anya semoga segala persiapannya dilancarkan dan pernikahannya berkah dunia akhirat, aamiin...

.
preload preload preload